idrchi
indri dwi rachmawati. ♉.

sepertiga dari @kolaborasirasa

kumpulan sajak. cerpen. deskripsi panjang lebar. lebih seperti buku curhat. tapi semoga bisa dinikmati pemilik perasaan yang serupa. selamat datang! :)

#TulisanPesanan: saya senang sekali jika mendapat kesempatan menulis sesuatu untuk siapapun. just contact me then! :D

Catatan #MagicalMay2012 Nomor Tiga: Relationships

Tugas #Day3:

Tuliskan 10 hal yg paling disyukuri dari (2 mei 2012). Khusus no.10 tuliskan hubungan tersulit yang pernah dialami yang baru sekarng dimengerti hikmahnya & disyukuri

Pilih 3 hubungan terdekat/paling berpengaruh untuk kamu. Ingat 5 hal terbaik ttg mereka yang amat kamu syukuri karena mereka memilikinya. No negative comments. 


1. Mengantarkan Bella ke rumah neneknya 

huaaah saya selalu suka perjalanan jauh. Setiabudi-Cipadung itu terhitung jauh loh; dua jam perjalanan kan lumayan. :p

2. Diantarkan Syauqi saat mengantarkan Bella

terimakasih Saooo :))

3. Mampir ke PVJ dan BTC sebelum pulang

4. Menyanyikan dan mendengarkan lagu-lagu Tulus seharian bersama Bella <3

“Tak akan lagi/ Ku menunggumu di depan pintu, dan/ Tak ada lagi, tutur manis merayumu/ Jujur memang sakit di hati, bila kini nyatanya engkau memilih dia/ Tak akan lagi ku sebodoh ini/ Larut di dalam angan, angan tanpa tujuan..” - Sewindu

“Harusnya cerita ini bisa berakhir lebih bahagia/ Tapi kita dalam diorama/ Harusnya sisa masa kubuat indah menukar sejarah/ Tapi kita dalam diorama” - Diorama

“Di dekatnya aku lebih tenang/ Bersamanya jalan lebih terang/ Kau milikku ku milikmu/ Bila di depan nanti banyak cobaan untuk kisah cinta kita/ Jangan cepat menyerah/ Kau punya aku, aku punya kamu/ Selamanya akan begitu..” - Teman Hidup


5. Masih bisa mengisi perut walaupun lupa bawa dompet

6. Kentang goreng bumbu keju + bbq lalu kwetiau ayam Kantin BL

7. Kenyataan bahwa walapun kuis IFM tadi pagi betul-betul tidak bisa saya kerjakan dengan baik (karena semalam tidak belajar), saya tetap tidak mengizinkan diri sendiri untuk menanyakan jawaban apapun pada teman-teman. Jangan sampai saya malah menyusahkan orang lain. Biarkan pikiran saya menyelesaikan sendiri masalah atas kesalahannya. :)

8.  Pergi tidur sebelum pukul 1 pagi 

9. Ingat untuk mematikan televisi dan meminum segelas air tepat sebelum tidur 

10. Eventually, my hardest relationship.

Honestly, saya baru saja berhasil menaklukan rumus : let go + move on, padahal seharusnya sudah dari berbulan-bulan lalu saya selesaikan. :p

Well, untuk kamu, terima kasih telah ‘sempat mampir walaupun cepat beranjak’. Saya tak menyesalinya, sungguh. Justru yang pahit itu meninggalkan banyak hal yang menguatkan saya lebih dan lebih. Saya jadi kembali ke kebiasaan lama saat jaman sekolahbanyak menulis dan menyanyi ; belajar lebih legowo dan ikhlas menerima bahwa jangan bersandar pada ekspektasi yang berlebihan; belajar menghargai sebuah persahabatan melebihi kehendak hati yang egois ingin lebih. 

TripleThanks ! :D


Tiga hubungan terdekat. Errrr…. Nama pertama yang muncul dalam otak saya adalah Galuh. Sahabat, kakak, pacar, mungkin emak saya di kehidupan sebelumnya. Hahaha :p

Dari semua sahabat saya, Galuhlah yang paling mengerti jalan pikiran saya. Galuh sudah tau tindakan bodoh apa yang telah, bisa dan akan saya lakukan. Galuh sudah tau tipe lelaki seperti apa yang bisa melelehkan senyum saya. Galuh sudah hapal betul isi otak saya saat saya kesal, senang ataupun keduanya. Sampai terkadang, tak perlu banyak bicara saat ada masalah. Begitupun sebaliknya; saya tau sebagian besar isi otak perempuan macho berjilbab yang satu itu (namanya memang Galuh, tapi dia perempuan tulen X)).

Aneh memang, sayapun sempat curiga kalau Galuh sebetulnya cenayang. :p Tapi ternyata bukan, semua itu semata-mata hanya karena kami bersahabat dekat—sangat dekat. Kami mempelajari pribadi satu sama lain, saling mengisi, saling mendukung. Walaupun kami LDR, Galuh di Jakarta dan saya di Bandung, kami tetap menjaga komunikasi. Hubungan persahabatan kami sudah terjalin dari SMP dan sampai sekarang belum pernah bertengkar.

Galuh mengajarkan banyak hal pada saya, beberapa diantaranya kepercayaan dan saling pengertian.  Orang pertama yang mungkin saja tau tentang aib terbodoh saya adalah Galuh dan ia tak pernah menertawakan kebodohan saya yang paling bodoh sekalipun. Mungkin begitulah seharusnya ikatan yang ‘benar-benar sahabat’.

Sahabat tak perlu dituntut untuk selalu ada di setiap senang dan susah. Karena sejatinya, jika kita menganggap seseorang itu adalah sahabat kita, tanpa pikir duakali pun kita akan berbagi senang dan susah bersamanya, meskipun hanya sebatas pembicaraan lewat telepon. Sahabat juga orang yang sudah pasti mengerti kita. Jika kita tidak menceritakan sesuatu kepadanya, ia akan mengerti bahwa itu dilakukan dengan alasan yang kuat. Jadi, tak mungkin ada sakit hati jika ada salah satu diantara mereka yang datang hanya di saat kesusahan. Bangunlah ikatan persahabatan yang lebih kuat dengan saling percaya dan saling mengerti. :)

Orang kedua dalam list ini yaitu Mamah. Ibu saya, wanita paling cantik yang senyum dan doanya memeluk saya saat tidur setiap malam. Mamah mungkin bukan seperti ibu-ibu modern lain yang gemar arisan, cuci mata di mall, ataupun habiskan waktu senggang di salon. Mamah itu ibu rumah tangga sekaligus wanita karir tulen. 

Di rumah, Mamah sekuat tenaga memenuhi semua kebutuhan kami, termasuk makanan dan perhatian. Saya selalu ingat bagaimana Mamah seringkali menangis saat merawat kami (saya, kakak, adik atau Bapak) jika kami sakit. Saya pun selalu ingat bagaimana Mamah selalu kuat menahan tangis saat kebiasaan terlalu perfeksionis Bapak terkadang menyinggung perasaannya. Saya selalu ingat bagaimana Mamah seringkali memeluk saya erat-erat saat menonton televisi—sambil berkata, “Teteh jangan pulang ke Bandung dulu. Mamah masih kangen.” Ah, hanya dengan menuliskan ini saja air mata saya sudah membanjir dari tadi. Hahahaa :’p

Terima kasih kepada Tuhan yang telah mengizinkan saya lahir di keluarga yang begitu penuh cinta, yang mengajarkan saya betapa pentingnya perhatian sekecil apapun. :’)

Yang terakhir, Tuhan. Mungkin saya bukan orang yang benar-benar taat, tapi saya selalu mencoba, setiap harinya, untuk menjadi hamba-Nya yang lebih baik dari hari sebelumnya. Banyak sekali alpa dan lupa tidak menghalangi saya untuk menyebut-Nya dalam list ini. Karena sedekat apapun saya dengan keluarga dan sahabat-sahabat saya, masih banyaaaak sekali hal yang hanya saya bagi berdua dengan Tuhan.

Duapuluh tahun berhubungan dengan Tuhan mengajarkan banyak hal pada saya, salah satunya bahwa serendah apapun kita, Tuhan selalu punya cara menyayangi kita; entah itu dalam bentuk memberi kesulitan ataupun kesenangan. Jadi jangan sekali-kali mendustakan rahmat-Nya dan banyak-banyaklah bersyukur. :)

TripleThanks! Alhamdulillah. :’D

Bandung, 03052012 11:25 23:41