idrchi

indri dwi rachmawati. ♉.


sepertiga dari @kolaborasirasa

kumpulan sajak. cerpen. deskripsi panjang lebar. lebih seperti buku curhat. tapi semoga bisa dinikmati pemilik perasaan yang serupa. selamat datang! :)

Anonymous:
kak, aku punya temen cowo (sebut saja S) kita udah 3 tahun satu kelas dan sudah lumayan deket. aku tau S banyak yang suka, tapi orang lain ga ada yang tau aku suka sama dia jadi aku dibiarin deket sama dia dan ga ada yang cemburu. sampai suatu saat,ada orang yang tau kalo aku suka sama S dan orang itu (sebut saja A) juga suka sama S. dia mulai cemburu dan gasuka sama aku. tapi aku sayang sama S. aku mau perjuangin dia tapi aku ga mau berantem sama A. aku harus gimana?makasih ka:)

hai, anonymous :)

coba lihat dari sisi lain. menurutmu, sebetulnya bagaimana perasaan S?

kupikir seharusnya jangan terpengaruh oleh perilaku A, jika S sendiri menganggap semuanya biasa saja. mengapa harus dipermasalahkan, jika S menganggap kalian sama? :)

lagipula, persamaan perasaan kamu dengan A pada S tidak seharusnya membuat kamu terpancing berselisih. sebab bersaing dan berselisih itu pengertiannya jelas berbeda, dan saat ini kalian sedang bersaing, bukan berselisih. 

namun, keadaan terkadang memang tidak sesuai rencana kita. jika suatu saat pada kenyataannya kamu dan A benar-benar terpancing untuk berselisih, mengalahlah. 

pada akhirnya, aku yakin S juga akan tahu mana perempuan yang terbaik, ya kan? :)

goodluck!

Hello kaak! Pengguna tumblr baru nih. Mau dong kak diajarin ngerangkai katanya... Jadi nggak sekedar nulis gitu ehehe. Thanku! Nice blog, sist(((:

hai, kamu

wah aku juga masih belajar kok. :p

banyak-banyak membaca dan berlatih, . nanti terbiasa sendiri menulis yang gak sekadar menulis :)

jangan lupa iseng-iseng ikut komunitas dan sayembara-sayembara menulis, biar semakin banyak pengetahuan dan motivasi dari lingkungan dengan hobi sama. 

tambah lagi, banyak-banyak baca mengenai kebahasaan, biar tata bahasanya terlatih. tahu mana yang kata-kata baku, mana yang bukan, jadi makin luas juga kosa kata yang bisa kamu gunakan.

hmmm.. barangkali, sesederhana itu saja saranku. :)

semoga bermanfaat~

Tuesday, July 8, 2014
Anonymous:
halo kak indri. aku senang membaca blog kakak. banyak yang isinya bersinggungan dengan lingkaran kehidupanku :) oh iya, kak, aku sedang dekat dengan seseorang. dulu ia sangat baik dan selalu punya waktu untukku, tapi kini ia menghabiskan waktunya untuk kawan-kawannya. aku sendiri kebingungan ketika ingin mencuri sedikit waktunya karena segalanya telah ia curahkan pada teman-temannya. apa yang harus kulakukan, kak?

malam, anonymous :)

jika benar kamu yang ada di dalam pikirannya, tak perlu repot-repot meminta waktu. ia akan segera mencarimu.

jika perlu banyak permintaan hanya untuk dipedulikan, atur langkahmu. jangan berlari ke arah yang tak menunggumu, anonymous, lelahmu sia-sia nanti. :)

hai kak. Sekarang aku sedang menjalin hubungan dg seorang laki laki yang dulu sebenarnya aku dan dia sudah pernah dekat namun semuanya selesai begitu saja. Skarang dia kembali, namun aku masih ragu akan keseriusan dan perjuangan dia. apa yg harus aku lakukan ? mempercayakan kepercayaan lagi itu susah rupanya

kesempatan itu,  , tidak seharusnya diberikan berkali-kali. 

jangan karena pernah ada di hidupmu, maka kamu dengan mudah menerimanya lagi. sebab dengan memberinya kesempatan menyayangi, sebetulnya kamupun sedang membuka kesempatannya menyakiti. 

kecuali benar dia bisa meyakinkanmu dengan perjuangannya saat ini, janganlah lebar-lebar membuka hati.

jaga hatimu sendiri,  

semoga berhasil :)

Anonymous:
Kak indriii, ive read your answer yg tentang 'bagaimana caranya agar cepat melupakan'. Then i think, bagaimana bila otak kita mengatakan 'aku ingin lupa' tapi sesungguhnya hati kita blm mampu ka? Aku ingin lupa tapi aku ingin juga trs mengingat.. Mohon bantuannya ya ka :)

semua butuh waktu dan proses, anonymous. juga pastinya, butuh usaha.

jangan berhenti di kesimpulan : ‘hati bilang belum mampu’, sedangkan ‘belum’ sendiri besar kemungkinannya bisa menjadi ‘akan’.

bukankah begitu? :) 

ayo berusaha ‘lebih’, agar hasilnya bisa ‘segera’. dirimu sendiri yang menentukannya.

jangan membatasi kemampuan menyembuhkan dirimu sendiri, anonymous.

dan mengikhlaskan yang pergi, kemudian lupakan yang sedih, ialah salah satu diantaranya. 

Anonymous:
Bisakkah aku Jatuh cinta kepadamu?

setidaknya, bisakah kita berkenalan dulu?

:))

Sunday, June 1, 2014

dua puluh untukmu, A (5)

  1. Kupu-kupu yang terbang di dadaku, A, selalu gagal mengerti arah yang tak menujumu.
  2. Meski kelak takdir mengikat kita pada hati yang entah, kupastikan, A, bersamaku bukanlah keputusan yang salah.
  3. Kata-kataku tak mau memahami pergimu. Adakah yang lebih sedih, A, daripada menanti yang sudah berlalu?
  4. Ingin kakiku menyeberangi sesuatu—apapun, termasuk ketidakpedulianmu—agar sempat sampai, A, ke hatimu.
  5. Meski semesta hampir bosan memberi pelajaran tentang kesementaraan, A; tetap mauku, kamu.
  6. Sebab di hatimu, A, aku telah kaujadikan sementara—yang selamanya.
  7. Perempuan itu masih sama, A. Belajar tak cepat terluka hanya sebab merasa kauanggap istimewa—namun ternyata, tidak.
  8. Perempuan itu masih sama, A. Meski mengingatnya telah menjadi hal yang kaulupa; di kepalanya, kau tetap semesta.
  9. Ya, perempuan itu masih sama, A. Meski bukan ia yang kauharap selalu ada, untukmu ia tetap di sana; mengerti walau dianggap tiada.
  10. Di balik dadaku, cinta masih menuliskanmu, A. Meski tak lagi mampu debarnya kaubaca.
  11. Ajarkan aku jadi yang beruntung, A; dirindukanmu lewat doa-doa.
  12. Bukan aku tak lagi mengingatmu, A. Namun ketika kau jauh dari benak, sesuatu belajar hidup dengan nyawanya sendiri—hatiku.
  13. Memilih sakit hati, A, tak selalu berarti darimu aku ingin pergi.
  14. Kupikir kau perlu lebih banyak membaca, A. Sebab surat cinta, terkadang bisa sesingkat; “Ayo, makan yang banyak. Sehat terus, ya..” Dan matamu, seringkali melewatkannya.
  15. Teruslah bersembunyi, A. Hitung mundur hingga rinduku, menemukanmu.
  16. Selalu ada yang tak mau kembali, A. Ketika aku menemukan aku yang kurindukan, di balik tatap matamu.
  17. Bahkan ketika hari-hari kita telah tertinggal demikian jauh, A, bagiku, bahagia paling dekat ialah mengingatmu.
  18. Mengejarmu telah mengajarkanku, A. Menjadi yang mula, tak selamanya jadi juara.
  19. Menyepakati perpisahan hanyalah caraku menyetujui bahwa mencintamu, A, tak butuh hatiku terikat apa-apa.
  20. Telah kutulis seratus puisi. Kemudian seratus lagi. Lalu seratus yang lain. Kumohon ajarkan aku, A, tak menyelipkan kau dalam kepala, ketika menulis seratus selanjutnya.
Saturday, May 17, 2014
Thursday, May 1, 2014

image

pertanyaan yang mudah, dengan jawaban yang semestinya sama mudahnya.. tapi ternyata tidak. x)

hmmm..

bagiku bahagia itu, eryzasl, ialah ketika lelah pulang kerja, ponselku berdering dan ada nama ayah atau ibuku di sana. lalu kami bertukar cerita mengenai pekerjaan yang masih menumpuk, blablabla kerumitan hidup lainnya. kemudian ia sambil tertawa hanya menyuruhku cepat-cepat mandi dan istirahat, segera pulang ke rumah jika sempat, dan jangan mau kalah oleh pekerjaanku sendiri. 

kedua, bagiku bahagia itu diomeli sebab malas makan malam. atau, sebab terlalu sering begadang karena tugas. atau sebab pulang kemalaman sendirian. atau sebab-sebab lain yang diutarakan seseorang yang tak mau secara jelas mengaku, ia menyayangiku. 

ketiga, bagiku bahagia itu mendengar ia (yang tak perlu kusebut namanya :)) ) menceritakan apapun tentangnya. hari-harinya, teman-temannya, keluarganya, pekerjaannya, musik kesukaan, game dan film yang sedang dicari, perempuan yang didekati, apapun. aku bahagia mempelajari hal-hal kecil dalam hidupnya. aku bahagia jadi orang yang ia percaya akan rahasia-rahasia dan pilihan-pilihan yang orang lain tak tahu. 

sebab terkadang kita bahagia bukan karena ‘apa’, tapi karena ‘siapa’, maka berbagi, membagi, dan bermanfaat bagi orang lain, eryzasl, itulah bahagia.

dan jadi alasan di balik kebahagiaan orang lain, barangkali ialah kebahagiaan paling besar yang masih kupelajari. 

maaf dengan jawaban yang bertele-tele, eryzasl.

out of all those points, singkatnya bagiku, bahagia itu pintar bersyukur. :’D

lalu, bahagiamu itu (si)apa? :))

 
1 of 256
Next page