idrchi

indri dwi rachmawati. ♉.


sepertiga dari @kolaborasirasa

kumpulan sajak. cerpen. deskripsi panjang lebar. lebih seperti buku curhat. tapi semoga bisa dinikmati pemilik perasaan yang serupa. selamat datang! :)

halo kak indri... aku mau nanya bagaimana menurut kakak tentang pernah jatuh cinta lalu kemudian bosan perasaan hilang skktikaatau istirahat mungkin, padahal baru kemarin masih suka sama mesra2nya dia... masih marah kalau di abaikan sedikit saja, masih suka berkutat sama hape untuk tahu kabarnya... lalu setelahnya berubah.. pdhal sy sadar soal jatuh cinta sayadan tak pernah berniat ada istilah berakhir... dan ini terjadi berkali2.. kadang sy merasa perasaan sy diatur seenaknya sj sama tuhan ;')

sebab Tuhan memang Maha Membolak-balikkan Hati dan Perasaan, . kamu tak perlu heran. 

sebentar rindu, sebentar kesal karena tak ada kabar, kemudian esoknya lupa dan cuek saja. wesbiyasa. :))

memang pada dasarnya semua orang berbeda-beda, dan aku bukanlah orang yang bisa seperti itu. jika sudah ‘nempel’ bakal susah lupa. :p

satu pesanku, jika memang tak mau dipermainkan perasaanmu sendiri, berlatihlah.

berlatih apa? biasakan diri dengan kedekatan. biasakan diri dengan kehadiran orang lain yang semestinya bersama kamu. jadi, suatu saat ketika ia tak ada, secara otomatis kamu akan mencarinya. 

konsekuensinya memang cukup berat, . belajar dekat harus pula mau belajar jauh. harus siap-siap belajar melepaskan, di suatu saat yang semoga tak akan datang.

:)

Assalamualaikum. Haloooo kak Indri, namaku Asna. Aku mau tanya nih kak, tentang aku sendiri, apa salah kalau seorang wanita memberanikan diri menyampaikan perasaannya lebih dulu? Mksdku wanita itu hnya ingin menyampaikan tnp punya harapan lbh pria itu pnya perasaan yg sm walaupun sbnrnya harapan itu mmg ada, arti lainnya ini bkn nembak gitu kak hehehe. Kalau seandainya itu kakak, apa yg akan kakak lakukan? Memilih menyampaikan atau diam menyimpan rapi semuanya sendiri? Terimakasih banyak kak :)

malam, 

waalaikumsalam :)

sebodoh kelihatannya, aku memang tipikal orang yang bisa jadi terlalu jujur pada orang yang aku sayangi. jika sudah merasa sangat dekat, aku berani bicarakan perasaan. 

dan betul katamu, bukan untuk mendapatkan jawaban. hanya sekadar pernyataan, bukan pertanyaan. :’D

tapi, semua kembali kepada lawan bicaramu. aku pribadi tidak akan mungkin berani bicara sejauh itu jika memang lawan bicaraku tidak pernah menunjukkan sikap positif terhadap kedekatan kami. pun, aku tak mungkin berani bicara jika tahu ia sedang dekat pula dengan orang lain. tentu saja dekat yang levelnya hampir sama dengan yang kami punya.

jadi, pintar-pintarlah membaca sikap dan keadaan hati lawan bicaramu, . jika ia membuka jalan agar kamu menyatakannya, jangan lewatkan kesempatan! meski ia laki-laki, siapa tahu ia sedang menunggu. ragu-ragunya sedang butuh diyakinkan. :’)

semoga berhasil~

Anonymous:
halo Indri, mau cerita + nanya nih.aku punya pacar satu kampus tp beda jurusan (beda lokasi jg) jd aku ga pernah kenal sama temennya. diantara temen deketnya, ada 1 perempuan bitchy yg selalu ngomongin hal ++ yg bikin risih bgt. sampe suatu hari ada conversation mereka di twitter, pas bgt aku lg online dan baca. dari hari itu sampai hari ini, hampir setengah taun, aku masih benciiii bgt sama dia dan ga sudi liat muka dia. tp lama lama cape sendiri krn mereka emg temen deket. aku kudu piye? :(

"don’t stress over what you can’t control"

pernah dengar kata-kata itu sebelumnya? :)

jika ia tak merasa hal itu adalah hal yang salah, ia tak akan berhenti melakukannya. jadi, anonymous, buat apa pusing memikirkan hal-hal yang tak bisa kamu ubah? 

sebab jika kamu bersikeras mengubahnya dengan bersikap negatif lewat pacarmu, yang ada kamu malah memancing masalah lainnya. lebih baik tutup mata saja. yang terutama itu bagaimana kamu menyikapi keadaan, jangan sebaliknya. 

dan bukankah yang lebih penting ialah menjaga pacarmu agar tidak tergoda, daripada melarang-larang orang lain dekat dengannya?

ayo lebih banyak beri perhatian, jadilah pacar yang menyenangkan. ia pasti tak mungkin menoleh pada siapa-siapa. :D

Sunday, July 27, 2014
andhikahadipratama:

Melukis masa lalu itu sulit.

Bukannya tinggal mengingatnya saja, lalu kau lukis. Tidak sesulit itu, bukan? 

Ya, setelah mengingat mataku sembab. Lalu, bagaimana aku bisa melukis? Dan saat-saat semua memori terulang, tentang janji-janji yang hilang sesaat yang lain datang. Ketika kami berebut film yang akan kami tonton. Perihal aku yang tak pernah selesai memainkan satupun lagu dengan gitarku, karena terhalang pesannya yang terus masuk ke telepon genggamku.

Bahkan, untuk sesuatu yang menyebalkan, aku pun tak bisa melupakan.

Lagi-lagi, Tak jadi lukisanku. Waktuku habis untuk mengingat masa lalu.

andhikahadipratama:

Melukis masa lalu itu sulit.

Bukannya tinggal mengingatnya saja, lalu kau lukis. Tidak sesulit itu, bukan?

Ya, setelah mengingat mataku sembab. Lalu, bagaimana aku bisa melukis? Dan saat-saat semua memori terulang, tentang janji-janji yang hilang sesaat yang lain datang. Ketika kami berebut film yang akan kami tonton. Perihal aku yang tak pernah selesai memainkan satupun lagu dengan gitarku, karena terhalang pesannya yang terus masuk ke telepon genggamku.

Bahkan, untuk sesuatu yang menyebalkan, aku pun tak bisa melupakan.

Lagi-lagi, Tak jadi lukisanku. Waktuku habis untuk mengingat masa lalu.

Friday, July 11, 2014
Anonymous:
kak, aku punya temen cowo (sebut saja S) kita udah 3 tahun satu kelas dan sudah lumayan deket. aku tau S banyak yang suka, tapi orang lain ga ada yang tau aku suka sama dia jadi aku dibiarin deket sama dia dan ga ada yang cemburu. sampai suatu saat,ada orang yang tau kalo aku suka sama S dan orang itu (sebut saja A) juga suka sama S. dia mulai cemburu dan gasuka sama aku. tapi aku sayang sama S. aku mau perjuangin dia tapi aku ga mau berantem sama A. aku harus gimana?makasih ka:)

hai, anonymous :)

coba lihat dari sisi lain. menurutmu, sebetulnya bagaimana perasaan S?

kupikir seharusnya jangan terpengaruh oleh perilaku A, jika S sendiri menganggap semuanya biasa saja. mengapa harus dipermasalahkan, jika S menganggap kalian sama? :)

lagipula, persamaan perasaan kamu dengan A pada S tidak seharusnya membuat kamu terpancing berselisih. sebab bersaing dan berselisih itu pengertiannya jelas berbeda, dan saat ini kalian sedang bersaing, bukan berselisih. 

namun, keadaan terkadang memang tidak sesuai rencana kita. jika suatu saat pada kenyataannya kamu dan A benar-benar terpancing untuk berselisih, mengalahlah. 

pada akhirnya, aku yakin S juga akan tahu mana perempuan yang terbaik, ya kan? :)

goodluck!

Hello kaak! Pengguna tumblr baru nih. Mau dong kak diajarin ngerangkai katanya... Jadi nggak sekedar nulis gitu ehehe. Thanku! Nice blog, sist(((:

hai, kamu

wah aku juga masih belajar kok. :p

banyak-banyak membaca dan berlatih, . nanti terbiasa sendiri menulis yang gak sekadar menulis :)

jangan lupa iseng-iseng ikut komunitas dan sayembara-sayembara menulis, biar semakin banyak pengetahuan dan motivasi dari lingkungan dengan hobi sama. 

tambah lagi, banyak-banyak baca mengenai kebahasaan, biar tata bahasanya terlatih. tahu mana yang kata-kata baku, mana yang bukan, jadi makin luas juga kosa kata yang bisa kamu gunakan.

hmmm.. barangkali, sesederhana itu saja saranku. :)

semoga bermanfaat~

Tuesday, July 8, 2014
Anonymous:
halo kak indri. aku senang membaca blog kakak. banyak yang isinya bersinggungan dengan lingkaran kehidupanku :) oh iya, kak, aku sedang dekat dengan seseorang. dulu ia sangat baik dan selalu punya waktu untukku, tapi kini ia menghabiskan waktunya untuk kawan-kawannya. aku sendiri kebingungan ketika ingin mencuri sedikit waktunya karena segalanya telah ia curahkan pada teman-temannya. apa yang harus kulakukan, kak?

malam, anonymous :)

jika benar kamu yang ada di dalam pikirannya, tak perlu repot-repot meminta waktu. ia akan segera mencarimu.

jika perlu banyak permintaan hanya untuk dipedulikan, atur langkahmu. jangan berlari ke arah yang tak menunggumu, anonymous, lelahmu sia-sia nanti. :)

hai kak. Sekarang aku sedang menjalin hubungan dg seorang laki laki yang dulu sebenarnya aku dan dia sudah pernah dekat namun semuanya selesai begitu saja. Skarang dia kembali, namun aku masih ragu akan keseriusan dan perjuangan dia. apa yg harus aku lakukan ? mempercayakan kepercayaan lagi itu susah rupanya

kesempatan itu,  , tidak seharusnya diberikan berkali-kali. 

jangan karena pernah ada di hidupmu, maka kamu dengan mudah menerimanya lagi. sebab dengan memberinya kesempatan menyayangi, sebetulnya kamupun sedang membuka kesempatannya menyakiti. 

kecuali benar dia bisa meyakinkanmu dengan perjuangannya saat ini, janganlah lebar-lebar membuka hati.

jaga hatimu sendiri,  

semoga berhasil :)

Anonymous:
Kak indriii, ive read your answer yg tentang 'bagaimana caranya agar cepat melupakan'. Then i think, bagaimana bila otak kita mengatakan 'aku ingin lupa' tapi sesungguhnya hati kita blm mampu ka? Aku ingin lupa tapi aku ingin juga trs mengingat.. Mohon bantuannya ya ka :)

semua butuh waktu dan proses, anonymous. juga pastinya, butuh usaha.

jangan berhenti di kesimpulan : ‘hati bilang belum mampu’, sedangkan ‘belum’ sendiri besar kemungkinannya bisa menjadi ‘akan’.

bukankah begitu? :) 

ayo berusaha ‘lebih’, agar hasilnya bisa ‘segera’. dirimu sendiri yang menentukannya.

jangan membatasi kemampuan menyembuhkan dirimu sendiri, anonymous.

dan mengikhlaskan yang pergi, kemudian lupakan yang sedih, ialah salah satu diantaranya. 

 
1 of 257
Next page