idrchi

indri dwi rachmawati. ♉.


sepertiga dari @kolaborasirasa

kumpulan sajak. cerpen. deskripsi panjang lebar. lebih seperti buku curhat. tapi semoga bisa dinikmati pemilik perasaan yang serupa. selamat datang! :)

Hai kak indri! Senang sekali bisa berkunjung ke tumblr kaka. Ga bosen-bosen bacain tulisan kakak. Btw, kakak menulis sejak kapan?

hai,  :D

menulis sejak kapan?

hmm. sejak SD saya menjadi salah satu dari sekian anak dengan hasil tugas mengarang bebas terpanjang di kelas. tidak seperti teman-teman lain yang malas kalau mendapat tugas narasi/deskripsi Bahasa Indonesia, saya paling semangat mengerjakannya. :p

saya mulai tertarik dengan puisi ketika duduk di bangku SMP. saat itu saya sudah mulai betah berlama-lama di bagian buku sastra ketika mengunjungi toko buku & perpustakaan manapun. dari ketertarikan itu, meskipun masih malu-malu, saya belajar berani menulis puisi.

puisi yang saya tulis masih cukup pendek dan berantakan, tapi saya sering mengirimkannya kepada sahabat-sahabat (dan ehm„ mantan pacar), karena mereka mengaku senang membaca puisi saya. setelah itu, pernah juga memberanikan diri mengirim puisi ke mading sekolah. :)) 

Read More

Anonymous:
3 benda yang mendeskripsikan orang yang kamu sayang. sertakan alasan ya... contoh, dia seperti bunga karena dia secantik bunga, seperti balon karena dia mewarnai hidup saya.... mau buat video buat pacar soalnya mohon sekai bantuannya.

maaf sekali, anonymous.

barangkali saya bisa bantu, tapi saya tidak ingin jika tidak tahu untuk siapa saya membantu.

boleh tahu namamu? perkenalan di awal tentu tak akan merepotkanmu, kan? :)

terima kasih :)

Saturday, October 18, 2014
Anonymous:
Kak, boleh tolong bantu aku buat puisi untuk pacarku? Sebentar lagi dia ulang tahun dan aku ingin membuat puisi yang menyentuh bahkan sampai mengeluarkan air mata, intinya menunjukkan betapa aku mencintainya dan semoga dia tetap bersamaku selamanya.

kalau boleh tahu, ulang tahunnya kapan?

saya belum yakin bisa memenuhi janji, karena masih ada pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan. tapi akan saya usahakan. 

untuk detailnya, kita ngobrol lewat email saja,ya : indridwi.rachmawati@yahoo.com

saya tunggu. jangan lupa sertakan nama kamu.

terima kasih, anonymous :)

Anonymous:
Kak, gimana caranya nyikapin mantan yang masih sama sama bikin nyaman sampe sekarang sama sama masih sayang tapi sama sama yakin gabakal bisa balik karna rasa nyaman nya bakalan beda?

yang saya tahu, anonymous, seringkali kenyamanan itu jebakan. bedanya sangat tipis dengan rasa sayang.

kenyamanan yang kalian rasakan bisa jadi hanya side effect dari hubungan kalian sebelumnya—karena kalian pernah pacaran. tapi apa itu berarti masih sayang dan harus balikan? belum tentu. pikirkan lagi. :)

jika punya pemahaman yang sama bahwa tidak akan berhasil kalau diteruskan, buat apa bingung? 

jangan takut melewatkan kesempatan, jika kamu lebih takut dengan resiko lebih besar yang menunggu di baliknya—kecuali kalian mau menghadapi dan yakin bisa menjalaninya.

kenyamanan itu tidak bisa dibeli dan dibuat-buat, anonymous.

hati-hati ambil keputusan :)

Anonymous:
Aku tersesat di bening matamu!

..dan aku tersesat ketika mencari namamu.

terima kasih sudah mampir, anonymous. :)

Wednesday, October 15, 2014

Jangan Mencariku. Duet bersama @estipilami.

Bahagia itu selalu ada dan banyak macamnya, kita hanya perlu bersyukur dan menyadari bahwa kita selalu memilikinya—meski hanya dalam bentuk paling sederhana. Begitu kata orang-orang bijak. Tapi bukankah itu juga berarti penyangkalan, bahwa sebetulnya kita hanya diizinkan punya porsi terbatas untuk bahagia?

Kamu tahu? 

Terkadang, cukup dengan melihatmu bahagia dari jauh, kutemukan bahagiaku. Bahagia yang kucari, bukan sebab datang dengan maunya sendiri. Semu, memang. Tapi setidaknya lebih baik daripada membencimu, bukan?

Bahagia ini seperti dipaksakan, aku tak lagi punya pilihan. dan menganggap kamu kisah lama yang aku mesti lupa, aku belum pintar melakukannya.

Meski entah ini memang bahagia yang sesungguhnya, atau imajinasiku terlalu terlatih untuk mengada-ada? Entah dengan melihatmu tersenyum aku juga merasakan yang sama, atau semuanya hanya karena aku tak lagi miliki pilihan? Terkadang lucu, jika memang benar ada wujud bahagia seperti itu. Padahal kalau boleh jujur, aku ingin bahagiamu yang dibagi denganku.

Kupandang sebuah pohon dengan tatapan penuh kagum. Sebab, bagaimana bisa ia tetap berdiri tegak, sementara melihat dedaunan yang selama ini dipertahankannya, justru jatuh dan kemudian meninggalkan?  Atau, ini hanya salah satu cara semesta untuk mengajarkanku menjadi lebih kuat?

Kuat itu aku, yang telah lama jauh terjatuh padamu, tahu sakitnya luka, namun terus mengulanginya saja. Lemah itu kamu, datang sebab terluka, lalu pergi sebab bosan dijaga. Barangkali jika ada kekacauan di poros bumi dan semua hal jadi terbalik, aku baru paham caramu yang mudah pergi. Pun, kamu kelak mengerti caraku yang keras kepala selalu menanti.

Lalu, aku harus ke mana? Tepatnya, aku harus bagaimana?

Menerimamu yang muncul tiba-tiba, dan merelakan begitu saja padahal ingin tak ada? Kamu ingin (si)apa? Seseorang dengan perasaan sekeras batu dan sikap sediam patung? Sebab, bagaimana mungkin aku mampu untuk terus bertahan melihatmu semudah itu berpaling, namun harus menjadi yang sangat siap ketika kamu tak menemukan sesiapa lagi untuk berbagi?

Barangkali sejak awal kita tidak seharusnya bertemu. Agar tak ada rasa yang bertamu, agar inginku tak melulu hanya kamu. Barangkali sejak dulu mestinya kamu yang mencintai aku. Biar aku jadi yang pintar berlalu, biar aku jadi yang pura-pura lupa pernah sengaja menyakitimu. Ah, tapi apa gunanya? Jika kamu ada di posisiku, apa benar kamu tetap memilihku meski aku tak menoleh padamu? 

Bahkan mengkhayalkannya saja aku tak berani.

Tak perlu kamu tahu sesakit apa aku, yang kuperlu hanya kamu bilang iya untuk cintaku. Paling tidak, aku sudah pernah mencoba untuk terjatuh, meski bukan kedua tanganmu yang menangkap hatiku secara utuh. Memang ada yang hancur dan tidak secara baik tertata, namun paling tidak aku pernah tahu bagaimana rasanya jatuh cinta. Meski yang kurasakan ialah tangis untuk keduanya, namun paling tidak aku selangkah lagi menuju masa yang belum ada dan penuh bahagia.

Yang perlu kamu tahu, tetap memilihmu bukanlah pilihan, itu keputusan.

Menyesal bukanlah bagianku, itu bagianmu jika kelak kehilangan aku. Sebab aku berani bertaruh, belum pernah kamu menemu hati lain yang cukup gila terus menerus berkata bahwa menanti yang tak ada ialah bentuk lain setia.

Ingatlah, jika ia menyakitimu, jangan cari aku. Sebab nanti, aku yang lebih dulu menemukanmu. 
Jika tak kamu temukan aku, tetaplah jangan mencari. Sebab barangkali yang ingin kamu temukan bukanlah aku, melainkan dirimu yang lain, yang sejak lama ada padaku.

Maka teruslah jangan aku yang kamu cari, hanya sebab kamu tak mau merasa sendiri. Kuharap saat itu aku telah cukup jadi egois, dengan menutup rasa dari apapun yang kutahu bisa membuatmu menangis.

Tuesday, October 14, 2014
hallo kak indri, menurut kakak difinisi cinta sejati itu seperti apa?

yang meskipun pernah mencoba pergi, pada akhirnya selalu pulang ke hati yang sama lagi. 

yang meski tahu ada pilihan lain, tak pernah merasa menyesal memilih satu hati, beserta semua kekurangannya.

yang rela saling mempelajari. meski butuh waktu, meski butuh sabar. meski butuh jauh agar dekat, meski butuh usaha agar dapat, meski butuh ribuan doa agar selamat.  :)

Anonymous:
Kak~ apa aku salah jika aku memperjuangkan Lagi sesuatu yg pernah aku miliki ?

apakah salah jika sebuah ranting banyak berdoa meminta daun-daun yang telah gugur kembali digenggamnya lagi?

tentu saja tidak salah, anonymous. :)

barangkali, ini perkara kemungkinan.

meski semua jadi mungkin jika ada usaha dan ingin, namun kenyataan kadang punya pendapatnya sendiri.

pendapatku, jika kamu yakin apa yang kamu lakukan untuk mendapatkan inginmu nantinya sepadan dengan apa yang akan kamu peroleh, lanjutkan saja.

jangan main-main dengan perjuangan. sebab disana, ada harapan yang semakin besar; menjagamu melangkah terus ke depan. 

pun, jangan lupa untuk jauh-jauh dari luka. sebab, tidak pernah ada satu hati pun yang pantas menerimanya. baik itu hatimu, hatinya, atau hati siapapun yang kini bersamamu dan bersamanya.

goodluck~ :)

Satu Minggu Menjelang Hari Ulang Tahunmu

image

1.

dekat

yang tak bisa dekap

hingga sesak, hingga sesat, hingga sesal

kututup mata dari rasa dalam dada; percuma

yang seperti merobek ini apa?

cinta?

2.

tak pernah kusebut dalam tanda—apalagi nama

aku ingin kau jadi yang paling rahasia

hingga mereka menerka-nerka

adakah cinta yang lebih jatuh

luka yang lebih jauh

selain aku

padamu?

3.

suatu hari nanti, hitung langkah-langkah kaki

sejak kau terbangun hingga kembali pagi

sejak cinta, luka, kemudian cinta lagi

sejak kau hilang, datang, lalu memilih berlari

kau tahu?

aku bodoh matematika

namun setidaknya, aku pintar menjagamu lewat doa

dan ya, aku tahu

semestinya cinta

tak sesulit ini

~

Jakarta 21:11 14102014

*gambar diambil dari google. salah satu puisi karya Lang Leav.

 
1 of 259
Next page