idrchi

indri dwi rachmawati. ♉.


sepertiga dari @kolaborasirasa

kumpulan sajak. cerpen. deskripsi panjang lebar. lebih seperti buku curhat. tapi semoga bisa dinikmati pemilik perasaan yang serupa. selamat datang! :)

#syair_malam 19082014

Sepi tak pernah jadi obat tidur bagi sepasang mata yang tahu; esok paginya, bahagia masih jauh saja.

“Tapi kita tak pernah bisa jadi jauh,” ujarnya memeluk kosong paling sesak, di balik dada.

Bagimu, kepergian selalu tak cukup jadi rencana. Duh, Tuan, langkahmu tak pernah sabar; hatimu tak pernah sadar.

Apa masih bisa kutulis namaku, pada apapun yang rindu kausebut, sebelum aku tak lagi diingat ujung bibirmu?

"katanya, cinta itu buta. seperti mereka yang percaya, memaksakan rasa juga bentuk dari usaha.
benarkah?"
me
Wednesday, August 13, 2014
Assalamualaikum kak :D Sangat nyaman dengan postinganmu. Bisakah kakak jelaskan padaku, apa arti menulis untuk mu? Senang berkenalan denganmu. Salam sahabat - Rahma, 17 Tahun. Masih SMA ^^v

waalaikum salam,  :)

menulis bagi saya?

seperti secangkir teh hangat dan pijatan di pundak setelah pulang kantor.

seperti obrolan panjang-lebar sampai pagi dengan para sahabat.

seperti pelukan erat dan lama yang membangkitkan senyum.

seperti bantal, selimut, dan kain seprai yang berantakan di hari-hari libur.

pun sebaliknya, seperti seorang ibu yang sabar merapikan hal-hal yang tak pada tempatnya.

menulis itu obat penenang. belum pernah gagal menyamankan apapun (untuk siapapun) yang meledak-ledak di dalam kepala dan dada saya.

salam kenal, Rahma. 

saya Indri, 23 tahun. sudah tidak lagi bersekolah, namun terus ingin belajar, :p

sampai kapan?

image

1.

di lembaran kerja

dan catatan kosong

kau tak menungguku

tapi aku

menghampirimu

2.

A, betapa jauh tak dikenal mataku

—atau mata hatiku

sebab kau selalu pergi

atau tak di sini

namun aku pengkhayal yang sudah cukup bahagia

membayangkan kau tak ke mana-mana

meski kau tak pernah sudi

untuk sekadar menjadi

ada

3.

malam ini, pada seluruh nyala api di ujung rokok yang tak kaubakar

ada aku,

menunggu kau

pikirkan

 

kita begini, A, sampai kapan?

 

Jakarta 13082014 20:35

Friday, August 1, 2014
"kita selalu merasa kekurangan. padahal terkadang, lebih dari cukup itu cukup berlebihan."
me
"jadi, dari semua pergi yang kaukira akan kembali, berapa yang benar-benar menepati janji?"
me
Anonymous:
Kak kok jarang ngpost lagi?

terima kasih telah mengingatkan, Anonymous

saya memang sudah cukup lama puasa menulis panjang, kemudian posting ke blog. sudah beberapa halaman pula blog ini hanya sebatas menjawab pertanyaan yang mampir saja—itu pun masih ada pertanyaan yang belum selesai dijawab. sejauh ini, saya hanya memuaskan diri dengan menulis satu-dua kalimat di twitter. 

yang saya sadari, ternyata segala hal penting butuh prioritas. menulis penting untuk saya. menjaga saya tetap waras. namun saya pun harus membuka mata, ada hal yang lebih penting sekarang: menyelesaikan pekerjaan. :)

kangen menulis dan menuh-menuhin dashboard? sangat. :’)

kangen membaca dashboard, blogwalking sambil dengar lagu-lagu akustik? sangat. :’)

kangen ikut sayembara, proyek menulis, diskusi, berduet, berbalas, sahut-menyahut puisi? sangat. :”)

segera, Anonymous, ketika pekerjaan sudah membuka ruang lebih lebar, saya akan aktif menulis lagi. akan saya penuhi dashboard ini lagi. :’D

terima kasih banyak sudah bertanya :*

Hai kak Indri :) salam kenal. I've found ur tumblr when I was blog-walking. I hope that you can give me a ''lesson'' how to write honestly. Salam jauh dari Makassar :))

hi there,  :)

frankly, I don’t have any ‘exact lesson’ about honest-writings. because I used to write things based on my understanding and (of course) perception, I’ll write what I can. I’ll write what I want.

perhaps, honest-writings is about sentences that came out as a result of a mixture feelings deep down your heart and selectively chosen words inside your mind. perhaps.

people with the same experiences will recognize the feelings. and people with the same understanding of the sentences will also receive the message. both ways are good, rite? so i guess, feelings without the proper sentences will not be delivered well, and the other way around. :)

tapi jangan sepenuhnya menulis untuk dibaca orang lain. menulis itu terapi. menulislah untuk dirimu sendiri. :D

barangkali begitu.

salam kenal juga dari Jakarta-Bogor. dan maaf dengan jawaban dalam bahasa inggris yang berantakan. :p

Thursday, July 31, 2014
"Aku berhenti sejenak, kemudian memejamkan mata. lalu aku menemukan dunia. Dan aku mulai berpikir, bahwa di dalam pencarian, kadangkala terjadi, membuka mata sama dengan menipu diri sendiri, membuat diri sendiri teralih oleh keindahan-keindahan yang nampak, oleh bentuk-bentuk yang dapat disentuh. Mungkin kita membuka mata terlalu lebar, kita berjalan terlalu jauh, dan ternyata kita tidak menemukan apa-apa. Mungkin, apa yang kita cari adalah apa yang sedang kita hadapi. Atau mungkin juga, apa yang selama ini kita tunggu, adalah apa yang selama ini bersama kita."

(via zarry-hendrik)

:)

 
1 of 258
Next page